Apa kabar sobat Halosehat? Sudah tau belum sobat Halosehat bahwa buah delima itu memiliki manfaat yang besar bagi tubuh kita? Ternyata didalam kandungan buah delima itu memiliki banyak zat anti loh. Eh anti apa ini? Bukan anti mantan ya, hehehe. Tetapi sebagai anti kanker, anti virus, anti kanker, dan anti inflamasi dan juga masih banyak lagi manfaatnya bagi tubuh kita sobat. Mari kita bahas ya...

Buah Delima Bagi Kesehatan Tubuh

Buah Delima (Punca Granatum; Punnicaceae) adalah buah yang ditemukan di timur tengah yaitu negara Iran yang kemudian buah ini tersebar di seluruh dunia terutama di daerah Mediterania, Cina, Asia Tenggara dan hingga ke daerah tropis lainnya. Buah delima memiliki 2 macam yaitu Punica granatum dan Punica protopunica. P. protopunica berwarna merah muda dan besar sedangkan P. granatum berwarna merah, ukurannya kecil dan kurang manis. Delima dikenal sebagai salah satu pohon yang bisa tumbuh baik di daerah yang kering dengan ketinggian mencapai antara 5-8 meter. Delima juga adalah satu satu tumbuhan perdu (tumbuhan yang bercabang-cabang), mekar sepanjang tahun, berbentuk pipih dan tidak tidak berstruktur.

Manfaat Buah Delima Bagi Kesehatan Tubuh
Image by Free-photos from Pixabay

Buah delima dapat dikonsumsi secara langsung maupun dalam bentuk ekstrak seperti di jus, minuman kaleng, selai, pasta atau penambah rasa dan juga dapat digunakan sebagai pewarna minuman. Ada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Wang dkk, bahwa hasil pembuatan sari buah delima dapat memberikan efek yang lebih baik, dengan meningkatkan efek antioksidan dari kandungan fenolat, protoantosianidin dan flavonoid yang dari dalam kulitnya. 

Potensi antioksidan di dalam buah delima itu sangat tinggi, diperkirakan sekitar 92% dikarenakan di dalam kulit buah delima banyak mengandung zat punikalagin, sedangkan biji dan buahnya banyak mengandung asam elagat dan asam galat yang merupakan sumber antioksidan yang sangat baik sehingga hal ini dibuktikan bahwa buah delima bisa menjaga kulit pada wajah kita tetap terlihat awet muda karena di dalamnya terdapat kandungan polifenol yang dapat melindungi tubuh dari radikal bebas malah lebih kuat jika dibandingkan dengan buah jeruk ataupun apel. 

Berdasarkan fakta yang ada, mengkonsumsi jus buah delima yang dijadikan sebagai rutinitas/menjadi suatu kebiasaan setiap hari. Buah delima dapat melindungi serta dapat memperbaiki sel hati yang rusak, memproteksi ginjal serta mencegah terjadinya serangan jantung. Selain itu, buah delima juga mempunyai kemampuan untuk memsupport sintesis kolesterol, menghancurkan radikal bebas di dalam pembuluh darah manusia dan dapat mencegah kanker prostat.

Dengan banyaknya pemanfaatan buah delima bagi manusia, saat ini buah delima sudah digunakan dalam pembuatan bahan kosmetik, obat diare, obat pernafasan dan lain-lain. Kali ini, kita akan mereview kandungan buah delima, zat bioaktif yang memiliki kemampuan sebagai antimikroba, antioksidan, antikanker, antidiabetik, antiinflamasi, dan manfaat bagi kesehatan.

Kandungan Polifenol Dalam Buah Delima

Ternyata di dalam buah delima, terdapat zat yang berperan penting bagi tubuh kita yaitu polifenol. Polifenol merupakan kandungan metabolik sekunder pada tumbuhan dengan lebih dari 8.000 zat fenolik yang ada. Polifenol memiliki banyak gugus fenolik di dalam molekulnya dan biasanya di dalam glikosida polar dan juga mudah larut di dalam pelarut polar. 

Di dalam buah delima terdapat zat polifenol baik di dalam bijinya, kulitnya dan juga ada di dalam buahnya yang biasa dikonsumsi. Biji salut mengandung 85/5 air, 10% gula terutama fruktosa dan glukosa, 1,5% pectin, asam organik seperti asam askorbat, asam sitrat, asam malat dan zat bioaktif lain seperti fenolat dan flavonoid terutama antosianin. Komposisi kimiawi untuk masing-masing buah delima itu berbeda bergantung pada pembudidayanya, luas serta iklim dan juga kondisi penyimpanannya.

Di dalam kulit buah delima memiliki beberapa zat penting yaitu terdiri dari :

  1. Asam hidroksibenzoat seperti asam elagat, asam galat;
  2. Kelompok asam tanin seperti elagitanin, galotanin, punikalin, punikalagin, pedunkulagin, korilagin, kasuarinin, telimagrandin, granatin-a, granatin-b, antosianin, kuersetin, dan katekin;
  3. Asam hidroksida dinamat yaitu asam kafeat, asam kolorgenat, dan asam kumarat;
  4. Asam karboksilat seperti asam kuinat;
  5. Flavonoid seperti katekin, epikatekin, epigalokatekin-3-galat, kaempferol, kaempferol-3-o-glikosida, kaempferol-3-o-ramnoglikosida, dan naringin;
  6. Zat antosianin yaitu sianidin, pelarginidin, dan delpinidin;
  7. Alkaloid seperti peletierin.
Zat-zat tersebut dikenal sebagai zat yang dapat mencegah serta menghambat pembentukan radikal bebas di dalam tubuh, memperbaiki sel tubuh yang rusak sehingga dapat memberikan perlindungan bagi kulit tubuh.

Biji buah delima ternyata banyak mengandung zat lemak yaitu mencapai sekitar 12–20% dari berat total bijinya. Minyak ini terdapat asam lemak tidak terkonjugasi seperti asam linoleat, asam oleat, asam palmitat, san asam stearat. Selain itu, biji delima juga mengandung asam elegat, asam punisatic, sterol, isoflavon, dan lignin. Zat tersebut berperan sebagai antioksidan dan secara klinis dapat dijadikan sebagai antikanker, dan juga dapat digunakan sebagai bahan kosmetik, perawatan luka dan anti alergi.

Polifenol merupakan zat utama yang berperan penting dalam fungsionalitas pangan. Komponen polifenol sebesar 80-90% elagitanin dan galotanin, antosianin 8-15% dan asam elagat 2-5%. Asam fenolat memiliki 3 cincin aromatic yang diikat menjadi satu yaitu punikalin, pedunkulagin, dan punikalagin. Punikalagin diubah selama metabolisme menjadi asam elagat yang juga dikenal sebagai elagitanin. Punikalagin memiliki struktur isomer 2,3-(s)-heksahidroksidifenoil-4,6-(s,s)-galagil-D-glukosa.

Manfaat Mengonsumsi Buah Delima

Sobat Halosehat, ternyata pemanfaatan buah delima ternyata sudah dilakukan beberapa uji coba penelitian untuk membuktikan seberapa besar sih manfaat dari buah delima tersebut. Ternyata hasil ditemukan bahwa dengan mengkonsumsi makanan atau minuman yang tinggi kandungan polifenol dapat menurunkan berbagai risiko penyakit seperti hipertensi, penyakit jantung coroner, aterosklerosis, stroke, dan demensia. 

Tanpa Kita Sadari, Ternyata Buah Delima Dapat Menjadi Penunjang Kesehatan Tubuh Kita
Image by Michael Tavrionov from Pixabay

Bagian terpenting dari zat bioaktif buah delima adalah polifenol yang memiliki banyak kemampuan sebagai antioksidan. Dengan adanya fungsi sebagai antioksidan ini, polifenol dapat membantu mengurangi terjadinya kanker, diabetes, penyakit jantung dan radiasi UV (Ultra Violet) pada kulit. Zat bioaktif dalam buah delima memiliki kemampuan yaitu sebagai berikut :

  • Antioksidan

Antioksidan jus delima telah dipelajari secara luas. Salah satu hasil penelitiannya yaitu ekstrak sari buah dapat mengikat radikal bebas dan memberikan efek yang lebih baik secara nyata dibandingkan dengan ekstrak buah lainnya seperti jeruk, anggur, plum ataupun nanas. 

Jus buah delima dapat menghambat oksidasi LDL secara in vitro dan juga efektif untuk menurunkan tingkat oksidasi LDL in vivo pada tikus. Zat polifenol dalam buah delima dapat melindungi kulit dari efek radikal bebas radiasi UV (Ultra Violet). 

Delima juga memiliki kemampuan untuk membantu sintesis kolestrol, memecah radikal bebas di dalam pembuluh darah manusia dan mencegah kanker prostat. Aktivitas antioksidan buah delima dimediasi oleh gugus fenolik hidroksil dengan ikatan ganda termasuk tannin, flavonoid, asam non lemak sehingga fenolik merupakan antioksidan paling dominan di dalam buah delima.

Tannin adalah salah satu antioksidan terbaik yang ditemukan hampir disemua bagian buah delima. Tannin seperti asam elagat dan punikalagin memiliki peran penting dalam buah delima. Penelitian yang telah diuji oleh Seeram dkk, dengan menguji komposisi polifenol pada 12 jus buah di Amerika Serikat dengan menggunakan 3 macam metode. Metode tersebut yaitu : 
Menguji potensi antioksidan kapasitas absorbansi radikal oksigen (6-hidroksil-2,5,7,8-tetramatelkroman-asam 2-karboksilat (Trolox) Euivalent Antioxidant Capacity / TEAC), kapasitas absorpsi radikal oksigen (Oxygen Radical Absorbance Capacity / ORAC), 2,2-difenil-1 picrylhydrazyl (DPPH), dan kemampuan reduksi besi plasma (Ferric Reducing Ability of Plasma / FRAP);

 Uji fungsi antioksidan yaitu dengan penghambatan oksidasi rendah – lipoprotein densitas (LDL); dan

 Evaluasi kandungan polifenol total. Kemudian ke 12 jus buah yang diuji tersebut memiliki kadar elagitanin tertinggi dan kapasitas antioksidan tertinggi.

Asam elagat bereaksi dengan radikal bebas karena kemampuannya untuk mengikat ion logam yang merupakan antioksidan kuat terhadap lipit peroksida di mitokondria dan mikrosom. Hambata lipid peroksida membuah kulit buah delima memiliki konstribusi yang besar sebagai antioksidan. Penghambatan ini diberikan dengan memberikan electron sebagai substrat sehingga electron dapat menghalau radikal bebas dari peroksidasi lipid.

  • Anti Mikroba

Selain dari beberapa mikroba patogen seperti Helicobacter pylori, Escherichia coli, Salmonella typhi, dan Shigella  yang dapat merugikan tubuh. Ternyata ekstrak buah delima mempunyai efek penghambatan terhadap bakteri patogen lainnya terutama bakteri yang bersifat gram positif. 

Selain itu juga, bakteri lain seperti Streptococcus hemolyticus, Vibrio cholerae, Bacillus typhosus, Proteus bacillus, Proteus vulgaris, Bacillus aeruginosa, Listeria monocitogenes, dan Ekstrak Candida albicans ternyata juga rentan terhadap buah delima. 

Antibakeri aktif dari kuliat buah delima dibuktikan oleh adanya zat dari tannin seperti elagitanin dan flavonoid. Kulit buah delima kering yang direbus dalam air ternyata dapat digunakan sebagai alternative yang dapat mengatasi diare dan kutil.

  • Anti Diabetes

Diabetes atau penyakit gula adalah penyakit yang paling umum di dunia termasuk di negara kita, Indonesia dan juga sampai saat ini, penderitanya terus meningkat. Salah satu cara pengendalian penyakit Diabetes Mellitus (DM) adalah dengan melakukan diet, mengkonsumsi berbagai macam buah terkhususnya buah delima. 

Hasil temuan lainnnya, ditemukan bahwa buah delima bisa mencegah terjadinya sebuah penyakit dan melindungi kesehatan tubuh manusia. Berbagai penelitian lain menggambarkan bahwa aktivitas antidiabetik pada buah delima terdapat adanya aktivitas hipoglikemik dari bunga, biji dan kulit buah delima. Ekstrak bunga delima ternyata dapat meningkatkan hiperglikemik pada pasien diabetes tipe 2 postprandial dan obesitas dengan cara menghambat α-glukosidase usus. Mekanisme potensial dari bunga delima sebagai antidiabetik yang melibatkan aktivasi PPAR-γ.

Dengan mengkonsumsi 200 mg/kg kulit buah delima dapat menormalkan semua perubahan yang disebabkan oleh aloksan yaitu zat yang digunakan untuk menginduksi DM karena dapat meningkatkan kadar glukosa serum, aktivitas α-amilase, tingkat konsumsi air, peroksidasi lipit di hati, jantung, dan ginjal serta menurunkan serum insulin. 

Zat antidiabetes utama pada buah delima adalah polifenol yang dapat mempengaruhi kadar darah dalam dua mekanisme berbeda yaitu menghambat penyerapan glukosa oleh usus atau penyerapan melalui jaringan perifer. Efek hipoglikemik antosianin dalam dosis 10 mg/kg diamati pada maltose sebagai sumber glukosa, hal ini dibuktikan bahwa efek tersebut disebabkan oleh penghambatan glukosida pada mukosa usus. 

Beberapa penelitian yang dilakukan secara in vitro pada sel kultur juga menunjukkan bahwa polifenol dapat meningkatkan glukosa oleh jaringan perifer yang dapat menurunkan kadar gula. Selain itu, dengan menjadikan jus buah delima menjadi suati kerutinan yang dikonsumsi setiap harinya, buah delima tersebut dapat melindungi dan dapat memperbaiki sel hati yang rusak serta mencegah serangan jantung.

  • Anti Inflamasi dan Anti Kanker

Peradangan/Inflamasi adalah sistem pertahanan fisiologis pertama pada tubuh manusia yang dapat melindungi luka yang disebabkan oleh kerusakan fisikm racun, dan lain-lain. Sistem pertahanan juga dikenal sebagai peradangan jangka pendek, memecah mikroorganisme penyebab infeksi, menghilangkan zat pengiritasi, dan memelihara fungsi fisiologis. 

Namun dalam panjang dapat menyebabkan disfungsional seperti asma dan rheumatoid arthritis. Inflamasi akut dapat mempengaruhi persendian, usus dan dapat menyebabkan kanker. Inflamasi akut dapat menyebabkan kanker melalui mediator pro inflamasi seperti TNF-α, interleukin (misalnya IL-6 dan IL-8), faktor pengaktif transkripsi dan bioaktif lipid seperti eikosanoid (prostaglandin E2 dan produk turunan lipoxigenase). Proses inflamasi dipicu oleh berbagai faktor kimia dan biologi seperti enzim pro inflamasi, sitokin, eicosanoid, atau degradasi enzimatik jaringan.

Polifenol dalam ektrak minyak biji mampu melemahkan sinyal sel inflamasi terhadap berbagai sel kanker usus besar. Beberapa penelitian lainnya juga menyebutkan bahwa pada buah delima  terbukti adanya sifat anti inflamasi.

Informasi lain tentang manfaat buah delima adalah untuk menjaga kebersihan mulut, sebagai salep mata, penurun berat badan, dan sebagai terapi tambahan untuk meningkatkan ketersediaan hayati pewarna radioaktif. Saat ini buah delima sebagai obat dan produk nutrisi yang telah dipublikasikan lebih dari 300 penelitian ilmiah baru terkait efek kesehatan sehingga tidak diragukan lagi ya sobat Halosehat bahwa buah delima itu terbukti mempunyai manfaat yang begitu besar.

Informasi lain tentang manfaat buah delima
Gambar oleh Anna Sulencka dari Pixabay

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat kita simpulkan bersama-sama bahwa buah delima itu ternyata kaya akan antioksidan, memiliki sifat antibakteri, bermanfaat untuk kebersihan mulut, penyakit kulit, memperbaiki kondisi jantung, dan aplikasi medis lainnya sehingga menjadi salah satu penunjang kesehatan tubuh kita. 

Jadi sobat Halosehat, tidak apa apa jika kita mencoba untuk mengkonsumsi buah delima tersebut, bahkan menjadi baik juga jika menjadi suatu hal yang rutin bagi kita. Sekian dari saya, semoga ini menjadi suatu informasi penting untuk kita semua ya baik diri penulis sendiri dan juga sobat semuanya, dan juga berharap pesan ini bisa bermanfaat bagi kita semua. 

Apabila ada sesuatu yang ingin ditanyakan atau dikoreksi, boleh sobat semua tinggalkan di dalam komentar dan jika pesan ini bermanfaat, jangan lupa ya share ke yang lain agar informasi ini tidak hanya berhenti bagi sobat saja, tetapi bisa tersampaikan ke yang lainnya juga. Terima kasih banyak sudah menyempatkan waktunya, dan sampai jumpa. Salam sehat semuanya ^^



0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya